Yesus Sang Pokok Sejati, Kita Rantingnya
Perayaan ekaristi dalam rangka pembukaan bulan Maria dilaksanakan pada hari Rabu (1/5) di Gua Maria Pengantara Wahyu Tritis. Misa dimulai pada pukul 11.00 WIB, namun diawali terlebih dahulu dengan Doa Rosario. Tidak hanya umat Paroki Wonosari atau rayon Gunungkidul saja, beragam umat dari paroki luar juga ikut menghadiri. Mulai dari umat Paroki Nandan, Kidul Loji, Boro, hingga luar DIY.
Romo Kevikepan Jogja Timur, R.D. Adrianus Maradiyo Pr menjadi selebran di misa pembuka ini. Dalam homilinya, beliau mengajak umat untuk mengulik bacaan Injil. Romo mengatakan bahwa Yesus Kristus merupakan sang pokok anggur yang sejati dan kita semua adalah ranting-rantingnya. Dimana kita mendapatkan nutrisi dan amunisi dari si pokok. Tanpa adanya pokok, maka ranting akan kering dan mati. Artinya, tanpa Tuhan maka hidup kita akan hampa bahkan menjadi mati sama seperti perumpamaan pokok dan ranting tersebut.

Selain mendalami bacaan Injil, Romo Maradiyo juga memberikan khotbah betapa pentingnya melakukan ‘kerja sama’ dengan Tuhan atas permintaan-permintaan yang kita unjukkan. Seperti yang telah tertulis pada kitab suci bahwa apapun yang kita minta, kita akan menerimanya. Namun demikian, Romo mengatakan harus terjalin kerja sama antara Tuhan dengan diri kita sendiri. Tuhan akan mengabulkan permintaan kita, apabila kita juga melakukan aksi atas apa yang kita minta. Karena iman tanpa perbuatan adalah mati.
Romo juga memberikan bocoran kriteria doa yang akan dikabulkan oleh Tuhan adalah jika hal tersebut memuliakan nama Tuhan, bukan memuliakan diri sendiri agar terlihat ‘wah’. Berdoa kepada Bunda Maria juga memuluskan permintaan kita kepada Tuhan. Romo mengatakan, “Maka, kita semua berada disini (Gua Maria Tritis) untuk memohon keinginan dan harapan melalui Bunda Maria Pengantara Wahyu”. Lantunan lagu ‘Ya Nama-Mu Maria’ menjadi penutup homili Romo siang itu.


Penulis dan Fotografer : Merah

