Rekoleksi dan Misa Lansia: Lansia Mandiri, Mrantasi, Murakabi
Tim Pendampingan Iman Usia Lanjut (PIUL) Paroki Wonosari mengadakan kegiatan rekoleksi dan misa bagi para lansia dengan tema “Lansia Mandiri, Mrantasi, Murakabi.” Acara ini berlangsung di Gereja Santo Petrus Ngeposari pada Rabu, 15 Oktober 2025, pukul 09.00–12.00 WIB, dan diikuti oleh 410 peserta lansia dari seluruh wilayah Paroki Wonosari.
Bagian pertama acara berupa rekoleksi yang dibawakan oleh Romo L. Prasetyo, Pr, dengan refleksi mendalam tentang keteladanan Elisabeth dan Zakaria. Melalui kisah pasangan lansia yang tetap setia dan percaya pada karya Allah dalam hidup mereka, para peserta diajak untuk meneladani semangat iman yang teguh, ketaatan, serta kesetiaan dalam usia senja.
Romo Prasetyo menekankan bahwa para lansia dipanggil untuk tetap menjadi saksi kasih Tuhan di tengah keluarga dan masyarakat. Tiga nilai utama — mandiri dalam iman, mrantasi (mampu bertahan dan mengatasi kesulitan hidup dengan sabar), dan murakabi (menjadi berkat bagi sesama) — menjadi dasar kehidupan rohani lansia yang penuh makna.
Setelah rekoleksi, acara dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr sebagai selebran utama, didampingi oleh Romo L. Prasetyo, Pr. Dalam homilinya, Romo Siwi menegaskan bahwa masa lanjut usia adalah waktu penuh rahmat untuk bersyukur dan berbagi kasih.
“Tuhan tidak pernah pensiun dalam mencintai kita,” ujar Romo Norbertus. “Demikian pula kita, para lansia, dipanggil untuk terus berkarya dalam kasih, meski dengan cara yang sederhana — lewat doa, perhatian, dan kesaksian hidup yang tulus.”
Misa berlangsung dengan suasana penuh kekhusyukan dan sukacita. Salah satu momen yang paling menyentuh adalah pemberian minyak suci bagi para lansia, sebagai tanda penguatan dan penyertaan rahmat Allah dalam perjalanan hidup mereka. Melalui Sakramen Pengurapan Orang Sakit ini, para lansia diajak untuk merasakan kasih dan penghiburan Tuhan yang senantiasa menyertai, bahkan di tengah kelemahan dan usia yang menua.

Dalam wawancara setelah acara, Romo L. Prasetyo, Pr menyampaikan pesan rohani yang mendalam bagi para lansia: “Yang pasti, semangat mandiri, mrantasi, dan murakabi harus dibangun terus. Wujudnya konkret yaitu menjadi berkat bagi orang lain. Orang bisa menjadi berkat itu kalau, seperti yang tadi saya contohkan, orang ngrasani, ora maido, ora mbajekno. Ini semangat yang nampaknya sederhana, tapi bisa menjadi kendala tersendiri ketika orang mau berbuat baik tapi sudah takut. Maka usia lanjut ini yang biasanya mudah ngrasani, dikurangi; yang biasa maido kepada yang muda, dihilangkan; dan yang merasa dirinya lebih baik dibanding yang lain dengan mbajekno, juga harus dikurangi. Mau tidak mau harus dibangun semangat untuk tidak melakukan itu lagi. Itu yang penting untuk para lansia, mumpung masih hidup di usia senja mereka.”

Suasana penuh keakraban tampak di antara para peserta yang saling menyapa dan berbagi pengalaman iman. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk mempererat persaudaraan umat serta meneguhkan semangat hidup dalam terang kasih Tuhan.
Dalam wawancara terpisah, Ibu Sri Astuti, selaku Ketua TimPel PIUL dan Ketua Penyelenggara Acara, menyampaikan rasa syukur dan harapannya:
“Saya sungguh merasa bersyukur karena tidak mengira kalau tanggapan dari para lansia begitu luar biasa , semula hanya memperkirakan 250 sampai 300 orang tetapi ternyata yang hadir 410 orang ..itu sungguh karena penyertaan Tuhan . Dan campur tangan Tuhan kepada para lansia , maupun pada para panitia yang dari Ngeposari dan dari Wonosari yang sungguh luar biasa, dan bantuan dari berbagai pihak ( Romo Norbertus Sukarno Siwi. Pr , Romo L. Prasetyo, Pr , Kabid Pewarta ) terutama ketua wilayah Ngeposari yang tanpa lelah mempersiapkan semuanya sehingga acara berlangsung dengan lancar dan baik. Dari beberapa lansia yang saya temui mereka sangat bersyukur atas pelaksanaan rekoleksi , isi rekoleksi sangat bermanfaat , menjadi bekal dan refleksi bagi mereka ..bersyukur juga bisa dipertemukan dengan teman sebaya dan teman2 lama yang tentu membuat terkesan dan penuh suka cita . Banyak yang mengatakan senang sekali diadakan acara seperti ini lagi.”
Sebagai penutup, Ibu Sri Astuti menyampaikan harapan bagi kegiatan PIUL selanjutnya:
“Semoga para lansia dapat mandiri , mrantasi dan murakabi seperti Ibu Elizabeth dan Bapa Zakaria , semangat para lansia tidak hanya hari ini, tetapi tetap terus dirasakan dalam kehidupan sehari – hari. Untuk program PIUL mendatang semoga semakin banyak yang hadir ..seperti di wilayah Pulutan masih banyak yang belum mendengar adanya acara ini . Mulyosari selatan dan Purwosari selatan serta wukirsari Baru , Rejosari selatan ..belum ada yang ikut acara ini.”
Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama, doa dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, TimPel PIUL Paroki Wonosari, dan umat Stasi Ngeposari yang telah mempersiapkan acara ini dengan penuh kasih.
Semoga semangat Lansia Mandiri, Mrantasi, dan Murakabi senantiasa menginspirasi para lansia untuk terus menjadi saksi kasih Tuhan di tengah keluarga dan komunitas.
(Komsos)

