Perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari “Bergerak Bersama untuk Bangkit dan Peduli dalam Ambil Bagian Mewartakan Injil”
Pada Rabu (27/4), Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari merayakan ulang tahun yang ke-70. Misa syukur dilaksanakan pada Kamis (28/4) pukul 16.30 WIB dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko; Rm. Norbertus Sukarno Siwi, Pr dan Rm. Ignatius Adi Sapto Wibowo, Pr (Romo Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari); Rm. Antonius Hendri Atmoko, Pr dan Rm. Gregorius Awan Widyaka, Pr (Romo Paroki St. Yusup Bandung); serta Rm. FX. Cahyo Handoko, Pr (Paroki St. Petrus & Paulus Kelor). Misa ini disiarkan pula secara langsung di kanal Youtube Gereja St. Petrus Kanisius Wonosari. Mengingat masih dalam situasi pandemi, misa hanya dihadiri oleh perwakilan dari wilayah dan lingkungan. Perayaan Ekaristi berlangsung meriah dengan diiringi koor dari OMK serta anak-anak PIA dan PIR. Dalam homilinya, Mgr. Rubiyatmoko mengajak kita untuk melihat dan merefleksikan perjalanan paroki selama 70 tahun ini sekaligus berani menatap ke depan, apa saja yang mesti disiasati supaya paroki tidak surut dan mati. Mgr. Rubiyatmoko berharap agar umat bisa berkumpul dan “rembugan bareng”, saling mendengarkan, saling memahami, serta tidak memaksakan kehendak, sehingga nantinya dapat “mutuske bareng” dan “nandangi bareng.” Hal tersebut harus dilakukan supaya paroki senantiasa berkembang dan terus berkontribusi. Ulang tahun paroki ke-70 ini menjadi asa dan semangat baru untuk menapaki kesempurnaan pada tahap-tahap selanjutnya.


Ibu Monika Ervina Vivin dalam sambutannya mengatakan bahwa HUT paroki tahun ini dirayakan dengan penuh kesederhanaan, tetapi kesederhanaan itu diharapkan menjadi pembiasaan baru bagi ruang implementasi gereja secara nyata. Dijelaskan pula rangkaian kegiatan HUT paroki beserta makna dari tiap kegiatan tersebut. Mulai dari lomba video dokumenter sejarah kapel-kapel di wilayah Paroki Wonosari, aksi umat lingkungan berupa pemberian “kado ulang tahun” kepada umat KLMTD, aksi persembahan tanaman/bunga hias kepada gereja dan kapel, serta seminar konvalidasi perkawinan. Tentunya juga ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam perayaan ulang tahun Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari. Pada akhir perayaan Ekaristi, ada acara pemberkatan dan pemotongan tumpeng oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Potongan tumpeng diberikan kepada perwakilan umat, yakni Bapak Muryono dari Lingkungan Mentel. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan mars Keuskupan Agung Semarang.
Seusai misa, para umat menuju ke Aula Ignatius Loyola. Sembari menikmati hidangan makan malam sederhana, ditayangkan video pemenang lomba video dokumenter sejarah kapel dimulai dari juara 1 Tim Pulutan (perwakilan Piping), juara 2 Tim Pulutan (perwakilan Vigas), dan juara 3 Tim Ngeposari. Kemudian ditayangkan video kompilasi foto kegiatan aksi umat lingkungan. Sekitar pukul 19.00 WIB, Mgr. Rubiyatmoko dan para romo masuk ke aula. Acara audiensi diawali dengan pemutaran video ucapan selamat ulang tahun dari Rm. Lukas Heri Purnawan, MSF; Rm. Adrianus Maradio, Pr (Romo Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur); Rm. SP Bambang Ponco Santoso, SJ; Rm. Laurensius Sutarno, SJ; Rm. JB Clay Pareira, SJ; Rm. Oktovianus Eka Novi Setyanta, Pr; Rm. R. Sugihartanto, Pr (Toper Wonosari, Romo Paroki Ganjuran); Rm. Antonius Hendri Atmoko, Pr (Romo Vikaris Paroki St. Yusup Bandung); Rm. FX. Cahyo Handoko, Pr (Romo Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor); J. Kristiadi (peneliti dan pengamat politik CSIS); Theresia Budi Kusumaningsih (Sakuntala dan pegiat pariwisata Gunungkidul); Ki Menot Doto Prabowo (Mudika era 90, pelestari seni budaya); Yono (Mudika era 90, perwakilan Kelompok Ikan Paroki); Ika Veny (Mudika era 90, pendidik); Tarcisius Eko (Mudika era 90, ASN); Triwik (Mudika era 2000, organis); Agustinus Lasiman (Tim Pelayanan KCLH); Otto (Tim Pelayanan Pangruktilaya); Asteria (Ketua WKRI Gunungkidul); Th. Turminingsih (Mudika era 90, pendamping misdinar); C. Tugiyanto (Koster); Aloysius Danang (Ketua Pemuda Katolik Gunungkidul); Antonius Adi Prabowo (Ketua FMKI DIY); Marco Eko (atlet angkat berat Gunungkidul, prodiakon); Albertus Wahyu Widayat (Tim Pelayanan HAK, pegiat media); AKP Martinus Griyavinto Sakti (Kasat Lantas Polres Gunungkidul); Rini Iswandari (anggota Bawaslu Gunungkidul); AKP Dwi Astuti Handayani (Kasat Narkoba Polres Gunungkidul); FX Suyono (KSP Mitra Parahita); HB Arias Badri (BPR Shinta Daya); MY Esti Wijayanti (anggota DPR RI Dapil DIY); dan Febby Mahendra Putra (Direktur Pemberitaan Tribun Network). Selain itu juga ucapan selamat ulang tahun dari berbagai komunitas dan mitra karya pelayanan, seperti Laily Fauziah (Ketua Fatayat NU Gunungkidul), Purwanto (Ketua PHDI Gunungkidul), Cristiyono Riyadi (PGI Gunungkidul), Sri Purwati (WHDI Gunungkidul), Lutfi Haris Mahfud (Ketua GP Ansor Gunungkidul), F. Tommy Darlinanto (FKUB Gunungkidul), Bilal Ahmad Bonyan (Mubaliq JAI Gunungkidul), dan Sugeng (FKUB, MGI Gunungkidul). Tidak lupa dari para teman dan saudara, yaitu para penjual makanan di sepanjang gerbang depan Gereja St. Petrus Kanisius Wonosari yang turut mengucapkan doa terbaik bagi masa depan Paroki Wonosari ini.


“HUT Paroki St. Petrus Kanisius yang ke-70 dengan tema ‘Bergerak Bersama untuk Bangkit dan Peduli dalam Ambil Bagian Mewartakan Injil’ merupakan momen yang tepat untuk bangkit dan berkembang melanjutkan perjalanan sebagai umat yang memiliki rasa ‘handarbeni’
terhadap paroki, wilayah, serta lingkungan. Harapannya, umat menjadi semakin lincah, tangguh, dan cerdas dalam beriman dan ikut terlibat aneka macam kegiatan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul,” kata Rm. Siwi dalam sambutannya. Dokumentasi sejarah berdirinya kapel dan aksi persembahan tanaman/bunga hias merupakan hadiah ulang tahun paroki yang berharga. Seminar konvalidasi perkawinan sangat bermanfaat bagi ketua dan pendamping lingkungan, sehingga nantinya akan menghantar para pasangan untuk memproses pemberesan perkawinan. Dewan Pastoral Paroki akan terus belajar dan membangun kerja sama dalam hal pelayanan. Rm. Siwi juga menyampaikan mengenai pembenahan dan pemeliharaan infrastruktur Gua Maria Tritis (GMT). Sebagai informasi, setiap hari Minggu dan hari libur nasional pada Mei 2022 akan diselenggarakan misa bulan Maria di GMT.
Pada sesi inti audiensi, perwakilan dari Wilayah Sektor Timur, Tengah, dan Barat serta perwakilan OMK dipersilakan untuk menyampaikan pertanyaan kepada Mgr. Rubiyatmoko. Di akhir sesi, para umat berkesempatan foto bersama dengan Mgr. Rubiyatmoko. Kiranya di usia yang ke 70 tahun ini, segala doa dan harapan dapat terwujud dan Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari semakin menjadi garam dan terang bagi gereja, umat, serta masyarakat.
Penulis : Agnes Widananti dan Maria Anindita Nadiasmana
Fotografer : Jessica dan Tanta

