Perayaan Ekaristi Rabu Abu di Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari

Wonosari, 5 Maret 2025 – Umat Katolik di Gereja Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari mengawali masa Prapaskah dengan penuh khidmat dalam Perayaan Ekaristi Rabu Abu. Misa yang diadakan pada Rabu pagi ini dipimpin oleh Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr., dengan petugas koor dari Lingkungan Petrus Kipas Wonosari.
Perayaan ini dihadiri oleh umat paroki serta anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMP. Mereka turut serta dalam misa yang menjadi momentum penting dalam perjalanan rohani menuju Paskah.
Dalam homilinya, Romo Norbertus menekankan pentingnya berdoa dengan tulus dan dalam keheningan. Beliau mengutip Injil Matius 6:6, “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Pesan ini mengajak umat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan doa yang dilakukan secara pribadi dan penuh keikhlasan.
Salah satu momen paling sakral dalam perayaan ini adalah penerimaan abu di dahi sebagai tanda pertobatan. Romo Norbertus dan para petugas liturgi menandai umat dengan abu sambil mengucapkan, “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Suasana hening dan penuh refleksi menyelimuti gereja saat umat menerima tanda ini sebagai bentuk kesadaran akan kefanaan manusia dan perlunya pembaruan diri.
Paduan suara dari Lingkungan Petrus Kipas Wonosari turut mengiringi perayaan dengan lagu-lagu rohani yang semakin menguatkan suasana doa dan refleksi. Dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan, mereka membawa umat untuk lebih merenungkan makna pertobatan dan kasih Tuhan.
Setelah misa, umat diajak untuk melanjutkan masa Prapaskah dengan memperdalam iman melalui doa, puasa, dan amal kasih. Perayaan Rabu Abu ini menjadi awal yang baik bagi seluruh umat dalam mempersiapkan diri menyambut kebangkitan Kristus pada Hari Raya Paskah.
Dengan semangat pertobatan dan pembaruan diri, Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari terus mengajak umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa yang tulus, jauh dari kesombongan, serta berbuah dalam tindakan kasih kepada sesama.

