PENGUATAN KOMISI HUBUNGAN ANTAR AGAMA DAN KEPERCAYAAN PAROKI

Pengurus Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Kevikepan Yogyakarta timur, mengadakan pertemuan hubungan Antaragama dan kepercayaan (HAK) Paroki-paroki yang ada di Gunung Kidul. Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 12 Juni 2022 di Kapel Ignatius Loyola Pulutan dan diikuti oleh 22 peserta yang merupakan perwakilan timpel HAK dari paroki Wonosari, Kelor, dan Bandung. Dan juga dihadiri oleh perwakilan OMK Wonosari dan Kelor. Pertemuan ini dipimpin oleh Rm. Joko Lelono. Beliau merupakan Ketua HAK Kevikepan Jogja Timur.

Pertemuan hubungan Antaragama dan kepercayaan (HAK)
Pertemuan hubungan Antaragama dan kepercayaan (HAK)
Minggu, 12 Juni 2022 di Kapel Ignatius Loyola Pulutan diadakan Pertemuan hubungan Antaragama dan kepercayaan (HAK)
Minggu, 12 Juni 2022 di Kapel Ignatius Loyola Pulutan diadakan Pertemuan hubungan Antaragama dan kepercayaan (HAK)

Pertemuan hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) ini diadakan guna mengenal teori identitas, memahami arti identitas agama, memahami istilah Mayoritas-Minoritas, dan mengidentifikasi masalah dan kiat-kiat gerak membangun kerukunan. Peserta pertemuan ini diikuti oleh perwakilan HAK Rayon dan Perwakilan OMK Wonosari dan Kelor.

Pada awal pertemuan, Rm Joko Lelono atau yang biasa dipanggil Rm Joko membuat kelompok diskusi yang bertujuan agar peserta saling mengenal. Lalu Rm Joko memberikan pertanyaan “ Apakah agama menjadi identitas utama?”. Ada beberapa jawaban yang dijawab oleh kelompok diskusi, yang dapat disimpulkan yaitu agama menjadi salah satu identitas tetapi bukan satu satunya identitas, mengenal seseorang bukan dari agamanya namun dari kepribadiannya. Seseorang dapat dikenali bukan hanya dari agamanya tetapi dari nama, suku, dan kepribadiannya. Lalu Pak Endro yang berperan sebagai Dewan Harian Paroki juga menambahkan bahwa kita sebagai anak muda tidak perlu malu untuk terlibat dalam kepengurusan/kegiatan paroki. Karena semua yang dari umat akan kembali untuk umat.

Foto Bersama Kegiatan Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK)
Foto Bersama Kegiatan Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK)

Lalu pada diskusi kedua, Rm Joko memberikan sebuah pertanyaan “Kita itu minoritas atau bukan?”. Dari pertanyaan tersebut ada berbagai jawaban yang berbeda yang dapat disimpulkan bahwa minoritas itu mindset dalam pikiran kita sendiri. Terkadang kita tidak berani berpendapat karena dalam pikiran kita sudah tertanam bahwa suara dari minoritas tidak akan didengar. Tetapi pada kenyataannya, jika kita berani berpendapat dan yakin pada diri sendiri, suara kita pasti dihargai. 

Pada akhir pertemuan, Rm Joko meminta setiap paroki untuk mendiskusikan apa yang akan dilakukan untuk mengembangkan Hubungan Antaragama dan kepercayaan (HAK) pada setiap paroki.  Ada berbagai rencana dari setiap paroki, seperti Srawung pemuda, menumpulkan kader HAK yang mulai menipis, dan menghadirkan tokoh lintas agama.

 

Penulis dan Fotografer : Kristofora Meilan Ayu Susanti


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *