Pelatihan Digital Marketing untuk Ibu-Ibu Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari

Tim Pelayanan Ibu-ibu Paroki mengadakan Pelatihan Digital Marketing pada Jumat, 14 November 2025, bertempat di Aula Paroki. Sebanyak 70 peserta hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam pemberdayaan ekonomi keluarga serta pengembangan keterampilan para ibu-ibu paroki untuk memanfaatkan teknologi digital dalam usaha maupun pelayanan.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Rumah BUMN Gunungkidul, yang menyampaikan materi tentang Fundamental Digital Marketing dan TikTok Digital Marketing. Para peserta tidak hanya menerima penjelasan teori, tetapi juga mengikuti sesi praktik langsung, mulai dari membuat konten promosi, serta mencoba berbagai fitur pemasaran melalui aplikasi digital.

Dalam kata sambutannya, Romo Kepala Paroki St. Petrus Kanisius, Rm. Norbertus Sukarno Siwi, Pr., menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Arah Dasar KAS yang baru: “Kegiatan ini bisa dihubungkan dengan ArDas 2026-2030 yang baru: Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. Kalau keluarga-keluarga bahagia dalam hidupnya, mereka akan memberikan inspirasi bagi keluarga lain untuk meneladan. Bila semua ini berjalan, kesejahteraan akan menjadi kenyataan. Apa yang diperoleh dari pelatihan ini hendaknya tidak hanya dimiliki sendiri, tetapi juga dibagikan kepada yang lain, supaya perjuangan menuju kesejahteraan dapat terwujud.”

Dalam wawancara setelah acara, Ibu M. Tatiana Wijayawati, menyampaikan latar belakang diadakannya pelatihan ini. Ia menuturkan bahwa kondisi ekonomi yang semakin menantang mendorong perlunya ibu-ibu untuk lebih melek teknologi. Pengetahuan digital dapat menjadi alternatif untuk mencari terobosan dalam meningkatkan penghasilan keluarga. Menurutnya, tujuan pelatihan ini adalah memperluas wawasan ibu-ibu lingkungan tentang dunia digital, yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan usaha melalui berbagai platform media sosial.

“Harapannya, melalui pelatihan digital marketing ini, Bapak-Ibu dapat mempromosikan produk usahanya dengan baik dan benar, sehingga dikenal lebih luas dan semakin laku terjual. Meningkatnya ekonomi keluarga akan membantu keluarga memenuhi kebutuhan dengan lebih baik, sehingga mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera,” ujarnya. Ia juga berharap lahirnya komunitas baru sebagai wadah bagi para pelaku usaha di paroki untuk saling bertukar informasi, saling mempromosikan, saling menguatkan, dan berbagi pengalaman, sehingga terjalin relasi yang sehat dalam bermedia sosial sekaligus mendukung perkembangan usaha masing-masing.

Acara ditutup dengan makan siang bersama serta foto bersama peserta dan narasumber.

 KomSos.

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *