Misa Natal Tahun 2025
“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan.”

Kamis, 25 Desember 2025, umat Katolik Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari merayakan Misa Hari Raya Natal dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Sejak pagi hari, gereja telah dipenuhi oleh umat dari berbagai wilayah yang datang bersama keluarga untuk merayakan kelahiran Sang Juruselamat. Suasana hangat terasa melalui nyanyian koor, dekorasi bernuansa Natal, serta kebersamaan umat yang saling menyapa dalam damai. Perayaan ini menjadi momen istimewa untuk kembali meneguhkan iman akan kasih Allah yang hadir di tengah dunia.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Yohanes Riyanto bersama Romo Bertus. Dalam pengantar misa, Romo Yohanes mengajak umat untuk membuka hati menyambut Yesus yang lahir membawa terang bagi kehidupan manusia. Tema Natal tahun ini diangkat dari Injil Lukas 2:11, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan.” Tema tersebut menjadi dasar refleksi seluruh rangkaian liturgi, mengingatkan umat bahwa Natal bukan sekadar perayaan, melainkan perjumpaan pribadi dengan Kristus.

Homili disampaikan oleh Romo Bertus dengan cara yang hangat dan penuh kegembiraan. Secara khusus beliau melibatkan anak-anak untuk berdialog sederhana tentang makna kelahiran Yesus. Gelak tawa dan jawaban polos anak-anak membuat suasana homili terasa hidup dan menyentuh hati. Romo Bertus menegaskan bahwa sukacita Natal hendaknya seperti hati anak kecil: tulus, penuh harapan, dan berani berbagi kasih kepada sesama.
Perayaan misa semakin semarak dengan partisipasi aktif dari berbagai kelompok pelayanan, mulai dari misdinar, lektor, koor, hingga petugas liturgi lainnya. Anak-anak tampak antusias bernyanyi dan memuji Tuhan, mencerminkan semangat Natal yang sederhana namun mendalam. Kebersamaan lintas usia—anak, remaja, hingga orang tua—menunjukkan bahwa Gereja sungguh menjadi rumah bagi semua orang yang rindu akan damai Kristus.

Di akhir perayaan, Romo Yohanes Riyanto mengajak seluruh umat untuk membawa sukacita Natal ke tengah keluarga dan masyarakat. Natal diharapkan tidak berhenti di dalam gereja, tetapi menjadi gerakan kasih nyata: saling mengampuni, berbagi dengan yang membutuhkan, dan membangun persaudaraan. Dengan hati penuh syukur, umat meninggalkan gereja membawa semangat baru, siap menjadi saksi bahwa Kristus sungguh telah lahir bagi dunia, khususnya bagi Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari.

