Misa Ekaristi Paskah

Kebangkitan Kristus Sumber Pengharapan untuk Hidup Semakin Katolik dan Apostolik

WONOSARI – Minggu, 20 April 2025, Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari dipenuhi oleh umat yang datang dengan hati penuh sukacita untuk merayakan Hari Raya Paskah. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh dua imam, yakni Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr. dan Romo Adrianus Fani, SVD. Momen agung ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian Pekan Suci yang dirayakan dengan semangat iman dan pengharapan.

Dengan liturgi yang meriah dan suasana gereja yang dihiasi simbol-simbol Paskah, umat diajak untuk merenungkan makna terdalam dari kebangkitan Kristus. Lagu-lagu pujian menggema, menandai kegembiraan akan kemenangan Kristus atas maut. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa kebangkitan-Nya adalah dasar iman yang menggerakkan hidup umat untuk semakin menghayati jati diri sebagai Gereja yang Katolik dan Apostolik.

Dalam homilinya, Romo Adrianus Fani, SVD, menegaskan bahwa kebangkitan Kristus adalah sumber pengharapan yang tak pernah padam. “Kita tidak hanya merayakan kemenangan Kristus, tetapi juga menerima harapan baru untuk hidup. Pengharapan inilah yang mendorong kita untuk terus bertumbuh dalam iman, semakin setia sebagai umat Katolik dan menjadi pewarta kabar sukacita di mana pun kita berada,” ujar Romo Adrianus Fani, SVD.

Romo Adrianus Fani, SVD, melanjutkan dengan mengajak umat melihat Paskah sebagai panggilan untuk hidup yang lebih apostolik. “Sebagai murid Kristus yang bangkit, kita tidak tinggal diam. Kita diutus untuk membawa terang Paskah ke tengah dunia. Menjadi Katolik bukan hanya soal identitas, tetapi tentang misi. Kita dipanggil untuk mewartakan, melayani, dan menjadi saksi harapan,” ungkapnya.

Perayaan Ekaristi Paskah ini menjadi lebih istimewa dengan penerimaan sakramen baptis bagi beberapa umat baru. Dengan disaksikan seluruh umat, mereka menerima air baptisan sebagai tanda lahir baru dalam Kristus. Momen ini menambah sukacita Paskah dan menguatkan semangat Gereja sebagai komunitas yang terus bertumbuh dan bersaksi.

Ekaristi berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh semangat. Umat dari berbagai usia turut ambil bagian dalam liturgi, menampakkan wajah Gereja yang hidup dan beriman. Doa-doa Paskah dan bacaan Kitab Suci menguatkan umat untuk terus melangkah dalam terang kebangkitan, meninggalkan kegelapan dosa dan keputusasaan.

Dengan semangat Paskah, umat Paroki Wonosari diingatkan untuk terus memperdalam iman, memperkuat komunitas, dan semakin terlibat dalam karya pewartaan Gereja. Kebangkitan Kristus bukan hanya menjadi sumber pengharapan pribadi, tetapi juga menjadi kekuatan untuk hidup semakin Katolik dan apostolik – setia dalam iman, aktif dalam pelayanan, dan teguh dalam pewartaan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *