Ekaristi Kaum Muda Ajak Bawa Perubahan dalam Kasih Allah

Minggu, 30 Januari 2022, Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Wonosari mengadakan acara Ekaristi Kaum Muda (EKM) di Gereja St. Petrus Ngeposari, Semanu. Lukas Asa Kristobal selaku ketua panitia menyampaikan kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali kegiatan OMK yang sebelumnya terhenti karena pandemi. Baperkah?: Bawa Perubahan dalam Kasih Allah dipilih menjadi tema EKM tahun 2022.

 

Kegiatan ini diawali dengan ekaristi yang dipimpin oleh Romo Ignatius Adi Sapto Wibowo, Pr. Dalam homilinya, Romo mengajak kaum muda belajar dari kisah Nazaret yang ada di dalam bacaan Injil. Dimasa itu, masyarakat Nazaret terlalu baper (bawa perasaan) dan terpaku pada berita bahwa Yesus bisa melakukan mukjizat yang spektakuler.

Saat Yesus kembali ke kampung asalnya, orang Nazaret mendesak Yesus melakukan mukjizat-mukjizat seperi apa yang telah tersiar. Mereka lupa bahwa yang hadir adalah Sumber Mukjizat itu sendiri.

Sama halnya dengan masa kini. Zaman sekarang banyak peristiwa hadir dengan wujud spektakuler dan wow yang akhirnya membawa perasaan kita untuk mengikuti itu.

Jika kita tidak hati-hati, maka kita akan terlena, terlalu baper, dan lupa bahwa Sang Sumber Mukjizat itu sendiri adalah Yesus Kristus. Seharusnya peristiwa itu mengembalikan kita pada kasih Allah. “Kasih itu kecil namun sederhana dan menular” ucap Romo.

 

Harapannya para kaum muda yang hadir dapat membawa perubahan berdasarkan kasih Allah. Di mana nantinya, mereka yang ikut mengusung EKM ini akan kembali ke rumah dan wilayah masing-masing kemudian menjadi agen perubahan bagi sesama melalui halal sederhana agar menjadi spektakuler.

 

Usai Ekaristi, acara dilanjutkan dengan pentas seni perwakilan OMK dari wilayah. Dimulai dari penampilan OMK wilayah Pulutan dan diakhiri oleh penampilan dari pihak panitia. Johanes Triwibowo (OMK wilayah Jati) dan Dias Kuncoro Jati (OMK wilayah Pulutan) berperan sebagai pembawa acara dalam pentas seni ini. Kegiatan EKM dihadiri oleh sekitar 115 orang muda, 25 di antaranya adalah panitia.

Panitia EKM tahun ini merupakan gabungan dari perwakilan OMK wilayah Timur, yakni Ngeposari, Jati, dan Semanu. Wilayah Baran dan Girisubo (Baris), tidak mengirimkan panitia maupun peserta dalam EKM kemarin karena tidak adanya orang mudanya.

Hal ini tentu menjadi PR bagi kita umat Paroki Wonosari, terutama para OMK agar bisa menghidupkan orang muda yang berada di wilayah-wilayah paroki sehingga kegiatan ini bisa lebih menyeluruh.

Sang ketua panitia EKM mengatakan bahwa dalam menjadi panitia pasti ada senang dan susahnya.

Ia merasa senang karena dapat berkumpul bersama teman-teman dari wilayah lain dalam membuat suatu kegiatan. “Berpikir bersama-sama untuk Tuhan itu menyenangkan,” ujar sang ketua panitia yang akrab disapa Asa tersebut.

Kemudian yang menjadi dukanya adalah persiapan yang dilakukan pasti banyak dan Asa menganggap persiapan panitia kurang matang, sehingga harus mindon gaweni (kerja dua kali).

Menurut Asa, tujuan EKM ini dilaksanakan adalah untuk menghidupkan kembali kegiatan EKM dari yang sebelumnya karena sempat terhentikan oleh pandemi Covid-19. Rencana kedepannya, EKM akan diadakan setahun sekali dengan sistem bergilir dari wilayah ke wilayah agar semua dapat merasakan menjadi panitia. Asa juga berharap bahwa semoga EKM-EKM yang selanjutnya bisa lebih baik dari sekarang. Ia juga berharap agar orang-orang muda Katolik dapat lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini.

 

 

Romo Adi selaku Vikaris Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari merasa senang atas terselenggaranya kegiatan ini setelah sekian lama tidak pernah ada kegiatan OMK akibat pandemi. Beliau berpesan kaum muda bisa kembali aktif berkegiatan baik dalam lingkup wilayah maupun paroki. Kegiatan yang bisa dilakukan seperti sosialisasi/pembekalan dengan tema yang berkaitan dengan masa depan kaum muda, misalkan Perkawinan menurut Gereja Katolik. Narasumber bisa mengundang dari Tim Pelayanan Paroki ataupun Kevikepan Yogyakarta Timur.

 

Penulis: Marsellia Claudia & Paola Merah

Fotografer: Marensul & Dimar


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *