AWALI 2023, TIMPEL PSE MILIKI DATA BARU KLMTD
WONOSARI – Paroki Petrus Kanisius Wonosari melalui Tim Pelayanan Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) tengah melakukan peremajaan data ekonomi umat katolik di 57 lingkungan. Data ekonomi diperlukan untuk tujuan melihat pertumbuhan kondisi ekonomi secara jujur dan nyata umat katolik dalam enam bulan terakhir tahun 2022.
Koordinator Tim PSE Paroki Wonosari, Yohanes Budi Prayoga, menyatakan, telah menyebarkan informasi kegiatan tersebut ke pengurus atau petugas di 57 lingkungan melalui grup Whats Aps. Informasi berisikan link google form telah disampaikan sepekan untuk diisi oleh petugas PSE dengan melibatkan Ketua Lingkungan untuk menentukan nama-nama warga yang dipandang masuk kategori Kecil-Lemah-Miskin-Tersingkir-Difabel untuk setiap lingkungan.
Budi mengatakan, peremajaan data KLMTD untuk Paroki Wonosari bukan pertama kalinya. Peremajaan data berbasis lingkungan ini sudah berlangsung berkali-kali. Data KLMTD PSE Wonosari dilakukan enam bulan sekali untuk mendapatkan akurasi data ekonomi dan memperoleh angka warga katolik paroki yang masuk kategori kecil lemah miskin tersingkir difabel. Dari peremajaan data KLMTD ini, imbuh Budi, PSE dan Paroki akan mendapatkan angka dan byname serta narasi keterangan dari lingkungan.

“Ini tidak lepas dari komitmen Gereja Katolik Wonosari untuk terus berkomitmen mengarahkan berbagai gerakan bela rasa dan aksi-aksi kepedulian ke pihak yang tepat. Diharapkan data baru ini akan menjadi fokus dan prioritas program layanan terkait banyak hal baik karikatif maupun pemberdayaan yang selama ini dikerjakan lintas timpel (tim pelayanan) seperti Timpel Pendidikan, Timpel Kesehatan, Timpel Pangruktilaya dan lainnya. Kami masih menunggu pengisian ini selesai untuk nanti dilakukan rekap dan disahkan Romo Paroki sebagai data KLMTD terbaru 2023,” ujar Budi.
Dijelaskan PSE, tidak ada yang sulit dari peremajaan data KLMTD berlangsung tiap enam bukan sekali. Petugas atau seksi PSE lingkungan tinggal mengisikan google form dan tetap dokumen hardfile. Yang paling menyulitkan bukan pada teknis pengisian data, tetapi keberanian dan kejujuran untuk menentukan kelapa keluarga tergolong masuk KLMTD atau bukan.

“Tidak boleh asal menyetorkan nama. Seksi PSE lingkungan dan Ketua Lingkungan harus mengenal betul kondisi kesulitan tiap-tiap KK di lingkungannya. Tahu kondisi keluarga dan beban ekonominya. Kalau keluarga itu memang memiliki nilai keberdayaan, ada pertumbuhan ekonomi, keadaan ekonominya membaik, ya harus berani tegas untuk tidak perlu memasukkan data KLMTD ini,” tambah Heri Nuryawan, timpel PSE Paroki.
Sebaliknya, imbuh Heri, seksi PSE dan Ketua Lingkungan untuk tidak abai dengan kondisi nyata anggota umat lingkungannya yang mengalami kesulitan ekonomi. Terlebih, induk gereja saat ini dihadapkan pada kenyataan untuk ikut berperan dalam karya pastoral pelayanan pengembangan sosial ekonomi sebagai wujud pengembangan belarasa kepedulian dan gotong royong sebagai implementasi nilai kekatolikan. Selamat Melayani Sesama.
Penulis : Paola Malvi Rambumerah Revolusi
Fotografer : Budi

