Langkah Awal Mewujudkan Mimpi Pendamping PIUD Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari

Pembekalan Pendamping PIUD paroki. Dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Januari 2022 di aula St. Ignatius Loyola dan diikuti oleh 30 peserta  merupakan perwakilan dari wilayah-wilayah. Pemateri  pembekalan pendamping PIUD adalah Rm. Gregorius Kriswanta, Pr. Beliau merupakan romo paroki gereja Maria Asumta Klaten sekaligus anggota tribunal KAS.

Pembekalan bagi pendamping PIUD, merupakan langkah awal dari tim pelayanan Pendampingan Iman Usia Dini untuk mewujudkan mimpi bisa memberi pelayanan bagi anak-anak usia 2-5 tahun. Peserta pembekalan kali ini sangat istimewa, karena semuanya adalah para ibu-ibu. Dari perkenalan peserta diketahui bahwa latar belakang para pendamping  PIUD bermacam-macam.

Pembekalan Pendamping PIUD di Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari pada Kamis, 27 Januari 2022
Pembekalan Pendamping PIUD di Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari pada Kamis, 27 Januari 2022

Rm Kris, sapaan akrab dari Rm Gregoris Kriswanto dalam penjelasnnya, beliau mengatakan bahwa dalam pendampingan iman, tidak boleh bersifat kaku, dan formal. Karena yang formal sudah didapat dari sekolah. Mendampingi anak usia dini dalam pendidikan iman, perlu memperhitungkan aspek-aspek kemanusiaannya sesuai tingkat pemahaman di usia tersebut. Karakter anak usia dini adalah bermain. Melalui bermain pendamping meletakkan dasar-dasar perkembangannya secara manusiawi. Hak anak untuk bermain jangan sampai dirampas oleh orang dewasa ( orang tua, guru, pengasuh, dsb), demi kepentingan orang dewasa, misal agar suasana tenang. Maka dalam pendampingan yang memerdekan dan memanusiakan anak, jangan sampai hak anak dalam bermain dirampas. Usia dini, usia bermain seluas-luasnya.

Media bermain anak usia dini ada di sekitar kita, tentang warna, air, tanah, tumbuhan, dll. Media jangan mengambil bahan di luar kehidupan. Permainan-permainan anak usia dini bersifat kontektual, sesuai sosial budaya setempat. Berkaitan dengan waktu pendampingan, dalam satu pertemuan paling lama 2 jam.

Pembekalan Pendamping PIUD oleh Romo Gregorius Kriswanta, Pr.
Pembekalan Pendamping PIUD oleh Romo Gregorius Kriswanta, Pr. pada Kamsi, 27 Januari 2022

Lebih lanjut dikatakan oleh Rm Kris, Formasio iman menandai langkah lanjut dari evangelisasi  Gereja. Di mana tugas Gereja menjaga, merawat dan mendampingi, agar semua umat kristiani bertumbuh dalam Kristus. Dalam Gereja formsio iman bersifat fundamental, eklesial, total dan integral. Formasio bersifat fundamental, karena merupakan keharusan, suatu tanggung jawab yang tidak bisa dikesampingkan. Berproses terus menerus dan tidak bisa sekali jadi, harus terus dilakukan, dipupuk, diolah dan diteguhkan. Formasio iman bersifat eklesial artinya formasio iman menjadi tugas semua orang beriman dan diarahkan untuk semua anggota Gereja. Formasio iman bersifat total, diarahkan pada semua orang beriman, mulai dari bayi( atau sejak orang menjadi Katolik) sampai lansia. Formasio iman bersifat integral artinya, formasio menjadi tanggung jawab bersama, bukan kelompok orang atau komunitas

Untuk berhasilnya upaya pendampingan bagi anak usia dini perlu disiapkan secara matang, tidak perlu terburu-buru. Perlu ada pendataan dan mengumpulkan pemerhati anak usia dini. Dari situ dipetakan passion pemerhati di bidang apa.  Tidak semua harus menjadi guru. Bisa juga ada yang bertugas mendampingi guru. Idealnya dalam satu kelompok pendampingan jumlah peserta hanya sekitar  10-15 anak, dengan satu guru dan satu atau dua pendamping. Perlu juga melibatkan orang tua anak. Mereka diajak untuk ikut memperhatikan dan membantu mengurusnya, tidak hanya cukup datang, menunggu dan pulang. Tetapi dilibatkan untuk ikut memperhatikan, sehingga bisa berjalan lancar.

Penulis : Caecilia Susilawati

Fotografer : Jessica


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *