Misa Paskah Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari “PERMISI”, yang berarti Percaya Menjadi Saksi Kristus.

Perayaan Hari Raya Paskah pada Minggu, 5 April 2026 diselenggarakan dengan penuh sukacita di Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari. Tidak hanya umat dari Paroki Wonosari yang menghadiri perayaan Ekaristi sebagai ungkapan iman atas kebangkitan Kristus yang membawa harapan baru bagi kehidupan. Suasana gereja dipenuhi kegembiraan yang mencerminkan kemenangan Kristus atas dosa dan maut.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Norbertus Sukatno Siwi, Pr bersama Romo Yohanes Triwidianto, Pr. Liturgi berlangsung dengan khidmat, diiringi nyanyian Paskah yang menggema dan mengajak umat untuk bersukacita. Kehadiran kedua imam ini semakin memperkaya perayaan yang sarat makna iman tersebut.

Dalam homilinya, Romo Yohanes Triwidianto, Pr mengajak umat memaknai Paskah dengan kata “PERMISI”, yang berarti Percaya Menjadi Saksi Kristus. Ia menegaskan bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya peristiwa iman, tetapi juga panggilan bagi setiap orang beriman untuk menjadi saksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Romo Yohanes Triwidianto, Pr. mengajak umat belajar dari para murid Yesus yang awalnya merasa takut, cemas, dan penuh tekanan saat Yesus wafat di salib. Namun, setelah mengalami perjumpaan dengan Kristus yang bangkit, mereka berubah menjadi pribadi yang penuh semangat dan sukacita. Perubahan ini menjadi teladan bahwa iman kepada Kristus yang bangkit mampu mengubah ketakutan menjadi keberanian.

Lebih lanjut, umat diajak untuk berani menolak segala bentuk kejahatan sebagai wujud nyata menjadi saksi Kristus. Dalam kehidupan berkeluarga, kesaksian iman dapat diwujudkan melalui kesetiaan pasangan suami istri yang tetap saling mencintai dalam segala kondisi hingga maut memisahkan. Selain itu, peran orangtua dalam mendampingi anak-anak sejak dalam kandungan, serta mengajarkan doa, menjadi bentuk nyata kesaksian iman dalam keluarga.

Perayaan Paskah ini menjadi momentum bagi umat untuk semakin meneguhkan iman dan menghadirkan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membangun kebiasaan berdoa bersama dalam keluarga serta memberi teladan hidup yang baik, umat diharapkan mampu menjadi saksi Kristus yang hidup di tengah masyarakat. Semangat “PERMISI” menjadi ajakan nyata untuk percaya dan berani mewartakan kasih Kristus kepada sesama.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *