Misa Penerimaan Abu “Kita menjadi Duta Kristus”

Perayaan Misa Rabu Abu “Kita menjadi Duta Kristus”

Selasa 17 Februari 2026. Perayaan Misa Rabu Abu adalah tanda dimulainya Masa Prapaskah. Misa Rabu Abu di Paroki Wonosari dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu Selasa 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB dan Rabu 18 Februari 2026 pukul 08.00 WIB.  Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr., yang mengajak seluruh umat untuk memasuki masa tobat dengan hati yang tulus dan penuh kerendahan hati. Sejak awal misa, suasana hening dan reflektif terasa, mengantar umat pada kesadaran akan panggilan pertobatan dan pembaruan hidup.

Dalam homilinya kita diajak menjadi duta Kristus, Romo Norbertus menegaskan bahwa setiap orang beriman dipanggil menjadi perpanjangan tangan kasih Allah di tengah dunia. Menjadi duta Kristus berarti menghadirkan kebaikan, pengampunan, dan damai sejahtera dalam kehidupan sehari-hari. Karya amal kasih hendaknya dilakukan dengan tulus ikhlas, membantu sesama tanpa perlu dilihat atau dipuji orang lain, sebab yang terpenting adalah ketulusan hati di hadapan Allah.

Romo Norbertus juga mengingatkan pesan Injil agar umat tidak berdoa seperti orang munafik yang mencari perhatian. Doa adalah perjumpaan pribadi dan mendalam dengan Allah, bukan sarana pamer kesalehan. Demikian pula dalam berpuasa, umat diajak untuk melakukannya dengan wajah ceria, bukan dengan raut muram yang ingin menunjukkan pengorbanan. Inti pengajaran Prapaskah adalah tidak memamerkan kebaikan, kesalehan, maupun pengorbanan, karena Allah Bapa melihat apa yang kita lakukan di tempat tersembunyi.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kekuatan rohani tidak lahir dari pengakuan manusia, melainkan dari keintiman batin dengan Allah. Puasa yang sejati adalah puasa dengan hati yang ikhlas, terlepas dari keterikatan hal-hal duniawi, serta menjadi sarana pembentukan diri agar semakin peka terhadap kebutuhan sesama. Masa Prapaskah menjadi waktu istimewa untuk menanggalkan “topeng” manusia dan mengenakan kerendahan hati di hadapan Allah maupun sesama.

Melalui perayaan Rabu Abu ini, umat diajak memanfaatkan Masa Prapaskah sebagai kesempatan emas untuk berdamai dengan Allah dan sesama. Dengan semangat pertobatan yang sejati, diharapkan setiap pribadi semakin diteguhkan menjadi duta Kristus yang membawa terang, harapan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *