Senam Sehat dan Donor Darah

Kebangkitan Kristus Menyemangati Aksi Nyata: Senam Sehat dan Donor Darah di Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari

Aksi donor darah

Wonosari, 7 April 2025 – Dalam rangka merayakan Paskah 2025 Gereja Katolik St. Petrus Kanisius Wonosari, Gunung Kidul, dengan tema “Kebangkitan Kristus Sumber Pengharapan: Semakin Katolik dan Apostolik,” menyelenggarakan kegiatan Senam Sehat dan Donor Darah sebagai bentuk nyata perwujudan iman yang aktif dan solider.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan senam sehat bersama di halaman gereja, diikuti oleh sekitar 300 peserta, mengajak umat untuk menjaga kebugaran jasmani sambil membangun kebersamaan. Suasana penuh semangat dan sukacita mewarnai pagi itu, mencerminkan kegembiraan Paskah sebagai momen kebangkitan dan pembaruan hidup.

Para peserta dari berbagai usia tampak antusias mengikuti gerakan demi gerakan yang dipandu oleh instruktur senam. Suasana menjadi semakin meriah dengan iringan musik ceria dan canda tawa para peserta.

Hadiah utama Senam Sehat Ceria.

Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan aksi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunung Kidul dalam aula Ignatius Loyola. Aksi kemanusiaan ini diikuti oleh sekitar 75 pendonor darah, yang terdiri dari umat paroki serta masyarakat sekitar. Dari hasil donor darah, terkumpul 41 kantong darah yang menjadi wujud harapan nyata bagi sesama yang membutuhkan, sejalan dengan semangat Paskah yang membawa terang dan kehidupan baru, sejalan dengan tema Paskah 2025.

Kegiatan ditutup dengan pembagian door prize dan hadiah utama berupa sepeda, yang diserahkan oleh Romo Paroki kepada yang beruntung.

Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, relawan, dan tim medis yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga semangat Paskah senantiasa menginspirasi umat untuk terus mewartakan harapan melalui aksi nyata dalam hidup sehari-hari, sejalan dengan panggilan untuk semakin Katolik—artinya Iman yang adalah sukacita mesti diwartakan melalui kerasulan, bersaksi tentang keselamatan Kristus bagi semua orang., dan semakin apostolik—artinya beriman yang cerdas, tangguh, mendalam dan dialogis di tengah masyarakat yang berubah, lewat tindakan kasih.”

—


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *