Mencari dan Menyelamatkan Dengan Semangat Cinta Kasih Allah

Perayaan Ekaristi Tritunggal Mahakudus berlangsung pada Minggu (26/05) di Gua Maria Tritis, Gunungkidul. Misa dipimpin oleh Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr ; Romo Ignatius Adi Sapto Wibowo, Pr ; Romo Gregorius Budi Subanar, SJ ; serta Diakon Fransiskus Diki Palmana. Selebran utama pada misa hari ini adalah Romo Uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Keuskupan Agung Semarang (KAS).
Perayaan Ekaristi hari ini dihadiri oleh ribuan umat yang membuat area gua mbludak, dipenuhi oleh umat yang hadir berasal dari beragam paroki dan wilayah, mulai dari pulau Jawa hingga luar pulau Jawa.
Dalam homilinya, Romo Uskup menyatakan bahwa Tritunggal merupakan Allah sendiri yang digambarkan dalam 3 pribadi menandakan keagungan dan kekekalan. Ketiganya sudah ada lama sebelum dunia dijadikan dan akan terus ada sampai kapanpun, tidak terbatas ruang dan waktu.
“Tritunggal ini dipadu oleh ikatan yang satu, yakni kasih yang dinyatakan dalam wujud kehendak, pikiran, dan tekad bersama untuk menyelamatkan umat manusia”, ucap Romo Uskup. Akhir kata pada homilinya, Uskup berharap agar umat Katolik semakin berani percaya dan berharap sepenuhnya pada Allah Bapa kita.

Setelah misa berakhir, Romo Uskup Ruby juga mendapatkan kenang-kenangan umat Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari berupa lukisan wajah Monsinyur karya seorang perupa Gunungkidul bernama Florentinus Sarjono. Kenang-kenangan ini spesial dalam rangka ulang tahun ke-7 Tahbisan Episkopal Uskup Agung KAS, tepatnya pada 19 Mei lalu.
Spirit pelayanan ‘mencari dan menyelamatkan’ menjadi semangat penggembalaan Monsinyur di KAS untuk semakin mewujudkan peradaban kasih dalam praktik kehidupan nyata di tengah masyarakat majemuk Indonesia.
Penulis: Malvi Merah
Fotografer: Jessica, Ervina, dan Aji

