Merawat dan Memajukan Pendidikan Katolik Sinode Pendidikan Paroki Wonosari
Paroki Wonosari melalui Tim Pelayanan Pendidikan Bidang Kemasyarakatan mengadakan Sinode Pendidikan pada Minggu (30/7) di Aula SMA Dominikus Wonosari yang dimulai pukul 09.30 WIB. Sinode pendidikan diadakan sebagai wadah bagi warga paroki untuk bersama-sama membahas dan mencari solusi dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah katolik di wilayah paroki tersebut. Kegiatan sinode pendidikan kali ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya, yang mendiskusikan langkah konkret dalam menghadapi tantangan dan peluang di dunia pendidikan. Sinode Pendidikan ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh lingkungan di Paroki Wonosari yang sebelumnya sudah melalui proses sarasehan di lingkungan masing-masing. Kegiatan sinode pendidikan dipandu oleh Bapak Yohanes Nugroho selaku Ketua Tim Pelayanan Pendidikan Paroki Wonosari. Bapak Yohanes Nugroho dalam pengantarnya mengatakan bahwa peserta perlu menyadari pentingnya pendidikan katolik dalam pembentukan akhlak dan budi pekerti luhur generasi penerus.


Dalam Sinode Pendidikan ini terdapat empat bagian diskusi. Pada bagian pertama, peserta sinode pendidikan membahas kekuatan internal yang dimiliki sistem pendidikan katolik di wilayah Paroki Wonosari. Dengan penuh antusias, para peserta menyampaikan berbagai hal positif yang mereka lihat dari pendidikan katolik, seperti suasana religius yang kuat, pendidik yang berdedikasi tinggi, dan partisipasi aktif dari orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak-anaknya. Kemudian, pada bagian kedua, peserta membahas kesempatan dari aspek eksternal dimana tantangan selalu ada dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, tetapi ada dukungan dan keterlibatan dari pihak luar, seperti bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah, serta kerja sama dengan komunitas lokal dan dunia usaha. Bagian ketiga, peserta menyampaikan harapan mereka terhadap pendidikan katolik di wilayah Paroki Wonosari. Harapan-harapan peserta terhadap pendidikan katolik yang muncul adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah, penerapan kurikulum yang lebih holistik dan berbasis karakter, serta pelatihan pendidik untuk terus meningkatkan kompetensinya. Pada bagian keempat, didiskusikan mengenai hasil yang diinginkan dari proses sinode tersebut. Peserta menyepakati bahwa sinode perlu menghasilkan rencana aksi konkret yang dapat diwujudnyatakan secara langsung untuk meningkatkan kualitas pendidikan katolik. Semoga melalui sinode ini dapat tercipta semangat kolektif guna mewujudkan visi pendidikan katolik yang lebih baik dan berkualitas.


Penulis dan Fotografer : Yonas

