Semakin Mencintai Dengan Bahasa Cinta Temu Keluarga Muda Paroki Wonosari

Tim pelayanan pastoral keluarga bidang paguyuban Paroki Wonosari mengadakan temu keluarga muda yang berusia perkawinan 1-15 tahun pada kamis (20/7) di Aula St Ignatius Loyola. Temu keluarga muda yang bertema “Semakin Mencintai dengan Bahasa Cinta” tersebut berlangsung dari pukul 18.00-20.00 WIB. Temu keluarga muda ini bertujuan untuk memberikan ruang berjumpa bagi keluarga muda katolik di paroki dan dapat menguatkan relasi pasutri dengan mengenali bahasa cinta pasangannya. Temu keluarga muda ini dipandu oleh Ibu Agnita Nunung selaku moderator acara dan Fratrer Bram yang memberi peneguhan di akhir acara. Acara ini diikuti oleh 17 pasutri muda Paroki Wonosari. Para peserta mengikuti acara dengan penuh antusias dan semarak.

Kamis, 20 Juli 2023 kegiatan Temu keluarga muda di Aula St Ignatius Loyola.
Kamis, 20 Juli 2023 kegiatan Temu keluarga muda di Aula St Ignatius Loyola.

Acara temu keluarga muda ini diisi dengan game, pendalaman mengenai Bahasa cinta, sharing dalam kelompok kecil, dan diakhiri peneguhan oleh Frater Bram. Pertama, peserta diajak melakukan pemanasan materi dengan permaianan “si paling” dengan pertanyaan-pertanyaan, seperti yang paling sabar, paling romantis, paling boros, dll. Kemudian peserta diajak untuk memahami Bahasa cinta baik untuk pasangan maupun diri sendiri agar bisa saling memberikan bentuk cinta yang tepat untuk pasangan dengan beberapa pertanyaan yang diberikan. Setelah itu, peserta diajak sharing dalam kelompok kecil mengenai hal apa yang paling membahagiakan selama masa perkawinan dan hal apa yang masih menjadi PR dalam rumah tangga.

Fr. Bram sebagai pembicara kegiatan Temu keluarga muda di Aula St Ignatius Loyola.
Fr. Bram sebagai pembicara kegiatan Temu keluarga muda di Aula St Ignatius Loyola.

Acara diakhiri dengan peneguhan oleh Fr. Bram. Frater Bram mengatakan bahwa dalam perkawinan memang tidak selamanya harmonis, kadang ada perselisihan, ada suka dan duka, tetapi yang terpenting adalah harus terus berjalan, tidak boleh berhenti. Frater Bram mengibaratkan rumah tangga seperti sepeda dan suami istri seperti pedal. Posisi pedal, satu di atas sementara yang satu di bawah begitu seterusnya secara bergantian, dan harus dikayuh supaya sepeda tetap berjalan. Artinya rumah tangga yang sudah dibina tidak boleh berhenti, tetapi harus tetap hidup dan berjalan. Dengan temu keluarga muda ini, semoga pasangan suami isteri dapat menemukan, menghayati, dan menghidupi bahasa cinta dalam rumah tangga mereka, sehingga bahtera rumah tangga dapat terus hidup dan berjalan dalam naungan kasih Tuhan.

Kegiatan Temu keluarga muda di Aula St Ignatius Loyola.
Kegiatan Temu keluarga muda di Aula St Ignatius Loyola.

 

Penulis dan Fotografer : Yonas


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *